Resume Jurnal

MANFAAT ALOE VERA UNTUK MENURUNKAN GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES TIPE 2

Metabolisme adalah sistem di dalam tubuh yang mengatur produksi energi di dalam sel, namun terkadang terjadi gangguan yang merusak dapat fungsi tersebut, sehingga produksi energi menjadi menurun. Salah satu gangguan metabolisme adalah Diabetes mellitus (DM) atau kencing manis, yaitu penyakit yang bersifat kronis dengan karakteristik hiperglikemi atau meningkatnya kadar gula dalam darah akibat ketidakmampuan hormon insulin menjalankan fungsinya secara memadai. Diabetes mellitus memiliki dua tipe, yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Salah satu perbedaan antara keduanya terletak pada penyebabnya, jika diabetes mellitus tipe 1 disebabkan oleh kerusakan pankreas sehingga produksi insulin berkurang, sementara tipe 2 disebabkan oleh resistensi insulin dalam arti insulinnya cukup tetapi tidak bekerja dengan baik dalam mengontrol kadar gula darah.
Negara Indonesia sendiri menempati urutan ke-empat dunia dengan jumlah penderita DM terbanyak, setiap tahun penderita diabetes semakin bertambah banyak dan World Health Ogranization (WHO) memperkirakan bahwa pada tahun 2030 jumlah penderita akan meningkat mencapai 21,3 juta penderita (Aveonita, 2015). Banyak faktor yang dapat meyebabkan munculnya penyakit diabetes seperti keturunan, ditambah lagi gaya hidup dan keanekaragaman makanan saat ini yang mengandung gula berkadar tinggi dan lemak, menjadi penyebab semakin meningkatnya penderita DM di Dunia. (Dewi, 2011)
Fenomena ini membutuhkan pengontrolan dari semua pihak, agar penyakit diabetes tidak berkembang pesat di masyarakat, salah satunya dengan terapi gizi yaitu terapi yang memanfaatkan buah atau tanaman yang mampu menurunkan gula darah. Salah satu tanaman herbal yang memiliki khasiat untuk menurunkan gula darah yaitu lidah buaya (aloe vera), dimana menurut kajian pustaka lidah buaya (aloe vera) ini mengandung senyawa aloe emodin. Aloe Emodin tergolong senyawa antraquinone yang dapat mengaktivasi sinyal insulin dan mempercepat proses perubahan gula darah menjadi glikogen dengan menghambat glikogen sintase kinase-3 beta, sehingga kadar gula dalam darah dapat menurun (Dewi, 2011). Selain itu aloe vera juga memiliki kandungan kromium yang dapat merangsang pengeluaran insulin dari sel β pankreas. Hormon insulin merupakan hormon yang mengatur kadar gula dalam darah karena insulin sebagai pembuka/gerbang yang membuat gula darah dapat masuk kedalam sel. (Aveonita, 2015)
Tanda gejala yang muncul pada penderita diabetes diantaranya  lesu, kurang tenaga, selalu merasa haus, sering buang air kecil, penglihatan menjadi kabur, bahkan jika diabetes sudah sangat parah dapat terjadi ateroma sebagai penyebab awal penyakit jantung koroner. (Siyoto, 2013). Penderita merasakan hal tersebut karena kekurangan hormon insulin, yang mana sebenarnya hormon ini fungsinya mengangkut gula darah dari darah ke dalam sel untuk diproses menjadi sebuah energi, sehingga dengan kekurangan hormon ini maka tubuh tidak mampu memanfaatkan gula darah secara optimal dan membuat tubuh kekurangan energi. (Bansole, 2014)
Sebuah artikel review yang ditulis oleh Agatha Aveonita tahun 2015 menyebutkan beberapa penelitian sebelumnya telah banyak yang membuktikan bahwa sari lidah buaya dapat menurunkan kadar gula darah, baik yang telah diuji pada hewan maupun pada penderita DM. (Aveonita, 2015). Dalam artikel tersebut dipaparkan hasil penelitian secara objektif dan lengkap.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Tri Sumarni dan Pramesti Dewi tahun 2011 menunjukkan bahwa 22 dari 25 responden pasien DM type II di Puskesmas Bumiayu Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes mengalami penurunan kadar gula darah. Gula darah responden menurun setelah diberikan jus aloe vera  dengan rata-rata penurunan kadar gula darah  sebesar 53,69 mg/dl (rata-rata awal 278,52 mg/dl – rata-rata akhir 224,56 mg/dl). Hasil penelitian ini diuji statistik dengan metode t-paired dan diperoleh nilai p = 0,0002, artinya terdapat pengaruh pada pemberian jus Aloe vera terhadap kadar gula darah pada pasien DM type II di Puskesmas Bumiayu. (Dewi, 2011)
Nurul dan Sandu juga melakukan penelitian yang sama di tahun 2013 pada penderita diabetes melitus tipe II di wilayah kerja puskesmas Karangan kabupaten Trenggalek. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa 7 dari 10 atau 70 % responden yang menjadi kelompok perlakuan mengalami penurunan kadar gula darah dengan pemberian sari lidah buaya. Sedangkan ke-tiga responden lainnya mengalami kenaikan kadar gula darah, disebabkan karena responden memiliki faktor lain yang mempengaruhi kadar gula darahnya, yaitu tidak serasi antara makanan dan pengobatan atau responden memiliki penyakit lain seperti hipertensi, sehingga untuk memberikan efek penurunan pada gula darahnya dibutuhkan waktu pengobatan yang lebih lama dan pengontrolan yang lebih baik. Disisi lain hasil pada kelompok yang tidak diberikan perlakuan yaitu 9 dari 10 atau 90 % responden memiliki kadar gula darah acak naik. Hasil analisa datanya di uji statistik dengan metode Independent t-test, didapatkan bahwa nilai Sig (2-tailed) 0,001 lebih kecil dari taraf signifikan α 0,05. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Ho ditolak artinya pemberian sari lidah buaya memiliki pengaruh terhadap kadar gula darah.  (Siyoto, 2013)
Penelitian lain yang mendukung ialah penelitian Sabathino tentang perbedaan kadar gula darah puasa sebelum dan setelah pemberian lidah buaya (aloe vera) pada ibu-ibu di desa Tugu Mukti rt 03 rw 11 kecamatan Cisarua Bandung Barat yang diteliti pada tahun 2014. Sabathino memilih responden sebanyak 20 ibu-ibu di desa tersebut dengan kadar gula darah puasa > 110 mg/dl. Seorang dikatakan sebagai penderita diabetes jika nilai kadar gula darah puasanya > 126 mg/dl atau kadar gula darah sewaktunya >200 mg/dl. Data yang diperoleh dalam penelitian, rata-rata kadar gula darah responden sebelum pemberian aloe vera yaitu 134 mg/dl sedangkan rata-rata setelah pemberian menurun menjadi 104,55 mg/dl. Semua responden diberikan daging daun lidah buaya (aloe vera) sebanyak 250 mg sebelum sarapan selama tujuh hari. Hasilnya kadar gula darah ibu-ibu tugu mukti mengalami penurunan rata-rata 29,45 mg/dl. (Bansole, 2014)
Di Mesir, Akira dkk tahun 2007 juga telah membuktikan bahwa dengan pemberian molekul tinggi aloe vera (AHM) dapat menurunkan gula darah puasa responden sebesar 32 %, menurunkan trigliserida 35 %, menurunkan glikosiliasi Hemoglobin 20 %, tidak merubah tekanan darah, berat badan, koleserol maupun serum( ASL, ALT dan Kreatinin) secara signifikan. Hasil penelitian mereka menunjukkan 15 responden yang diberikan molekul tinggi sebanyak 0,05 g tiga kali sehari selama 12 minggu dari Oktober - Desember 2007 mengalami penurunan gula darah secara signifikan dan berkelanjutan setelah pemberian selama 6 minggu. (Akira Yagi, 2009)
Begitu pula di Korea terdapat penelitian yang dilakukan oleh Ho-Chun choi dkk terlihat bahwa lidah buaya memiliki khasiat untuk menurunkan gula darah. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa dengan pemberian 2 kapsul gel aloe vera setelah sarapan dan 2 kapsul setelah makan malam, selama 8 minggu kepada 8 responden yang mengalami kegemukan (obesitas) dan penderita diabetes awal, mereka mengalami penurunan berat badan (0,6 kg), penurunan massa lemak tubuh (Body Fat mass/BFM)  dan meningkatkan kerja insulin didalam tubuh.  (Ho-Chun Choi M.D., 2013)
Berdasarkan beberapa artikel jurnal diatas, telah terbukti secara valid dan global  bahwa  pemberian sari lidah buaya (Aloe vera) mampu memberikan manfaat yang besar terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes, manfaat tersebut akan didapatkan secara optimal dengan memenuhi syarat dan ketentuan yang sesuai meliputi dosis, waktu dan kepatuhan gaya hidup sehat.






Daftar pustaka
Akira Yagi, S. H.-E. (2009). Possible hypoglycemic effect of Aloe vera L. high molecular weight fractions on type 2 diabetic patients. Saudi Pharmaceutical Journal, 209-215.
Aveonita, R. A. (2015). Effect Of Aloe Vera In Lowering Blood Glucose Levels On Diabetes Melitus. J Majority, 104-109.
Bansole, S. (2014). Perbedaan Kadar Gula Darah Puasa Sebelum Dan Setelah Pemberian Lidah Buaya (Aloe Vera) Pada Ibu-Ibu Di Desa Tugu Mukti Rt 03 Rw 11 Kecamatan Cisarua Bandung Barat.
Dewi, T. S. (2011). Pengaruh Pemberian Jus Aloe Vera Terhada Penurunan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe Ii Di Puskesmas Bumiayu Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes.
Ho-Chun Choi M.D., S.-J. K.-Y.-J. (2013). Metabolic effects of aloe vera gel complex in obese prediabetes and early non-treated diabetic patients: Randomized controlled trial. Nutrition journal, 1110-1114.
Siyoto, N. P. (2013). Pengaruh Pemberian Sari Lidah Buaya ( Aloe Vera) Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Acak Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe Ii Di Wilayah Kerja Puskesmas Karangan Kabupaten Trenggalek.


0 komentar:

Posting Komentar